TUGAS TPKI 4
Nama : Dewi Fatmawati Anjani
NIM : 2009.1077
Kelas : IIIB
Email :Fatmawati.anjani@gmail.com
Blog : anjani_fatmawati.blogspot.com
Aksi si cabe rawit
Bocah Kelas III SD Sekap & Sayat 6 Rekannya
Rabu, 10 Februari 2010 - 10:51 wib
Fabian Januarius Kuwado - Okezone
JAKARTA - Percaya atau tidak, seorang bocah kelas III SD di Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur, dilaporkan telah menyekap enam rekannya di dalam sebuah rumah tua, memukuli, serta menyayat tangan beberapa sanderanya.
Penyebab tindakan menyimpang dari pelaku yang berinisial ABKA (9) lebih mengagetkan lagi. ABKA tega menganiaya keenam rekannya pada Sabtu, 6 Januari lalu, lantaran menolak disuruh mencuri uang jajan teman sekolahnya di dalam kelas di SD Cipinang Muara 12.
Akibat perbuatan ABKA, enam rekannya yaitu Yoga (8), Zikri (9), Delvan (9), Tedi (9), Lutfi (9), dan Fajri (8) mengalami luka-luka dan trauma.
“Soal tempat penganiayaan, mereka (korban) ngakunya tidak tahu karena saat dibawa ke sana, matanya ditutup menggunakan dasi pramuka,” ujar Kepala Sekolah SD Cipinang Muara 12, Lily Herlina kepada okezone di Jakarta.Lily menjelaskan, kasus penganiayaan ini dipicu pengaduan para siswa kelas III B yang melaporkan kehilangan uang kepada wali kelasnya. Laporan lantas ditindaklanjuti dengan menanyakan kepada seluruh siswa kelas III B. Hasilnya ketahuan enam orang di atas plus ABKA yang mengambil uang teman-temannya. “Saat itu Fajri nyeletuk, yang menyuruh mencuri ABKA,” ujarnya.Beberapa hari kemudian, pihak sekolah memanggil orantua ABKA. Rupanya peristiwa ini membuat pelaku murka dan selanjutnya membawa enam rekannya ke sebuah rumah kosong di sekitar sekolah.“Kepada teman-temannya, ABKA mengaku atas perintah dua preman dengan menggunakan celana SMP dan jaket hitam,” terangnya.Di rumah kosong itulah, keenam siswa di atas dipukuli oleh ABKA dengan menggunakan batang pisang dan kayu. Bahkan dua anak di antaranya yaitu Deflan dan Zikri disayat lengannya menggunakan penjepit dasi pramuka yang sudah ditajamkan.Aksi anarki ABKA baru terungkap saat orantua Fajri menghubungi pihak sekolah mempertanyakan luka di bagian kepala anaknya. “Saya kemudian meminta Pak Dede datang ke sekolah untuk mengklarifikasi masalah ini. Selanjutnya beliau melapor ke polisi,” tandasnya.(ful)
TUGAS TPKI 4
Nama : Dewi Fatmawati Anjani
NIM : 2009.1077
Kelas : IIIB
Email : fatmawati.anjani@gmail.com
Blog : anjani_fatmawati.blogspot.com
Komentar Berita
Perilaku menyimpang adalah sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma – norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat.Perilaku menyimpang yang juga biasa dikenal dengan nama penyimpangan social.Penyimpangan social adalah perilaku yang tidak sesuiai dengan dengan nilai –nilai kesusilaanatau kepatutan , baik dalam sudut pandang kemanusiaan, secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian dari pada makhluk social.
Dalam kehidupan masyarakat , semua tindakan manusia dibatasi oleh aturan atau norma untuk berbuat dan berprilaku sesuai dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat.Namun demikian ditengah- tengah kehidupan masyarakat kadang – kadang masih kita jumpai tindaka – tindakan yang tidak sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku pada masyarakat, seperti pada kasus ABKA yang tega menganiaya keenam rekannya.
Menurut Robert Muhamad Zaenal Lawang Penyimpangan social adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma – norma yang berlaku dalam masyarakat dan menimbulkan usaha dari yang berwenang dalam sebelum itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang tersebut.
Tindakan –tindakan yang menyimpang yang dilakukan oleh ABKA adalah tindakan yang sungguh tidak bermoral.
Menurut Paul . B. Horton perilaku menyimpang memiliki ciri - ciri sebagai berikut :
- Perilaku dikatakan menyimpang atau tidak harus bisa dinilai berdasarkan criteria tertentu dan diketahui penyebabnya.
- Penyimpangan bisa diterima bisa juga tidak .perilaku penyimpangan tidak selamanya negatif, ada kalanya penyimpangan bisa diterima masyarakat
- Misalnya wanita karier.Adapun pembunuhan dan perampokan merupakan penyimpangan social yang ditolak masyarakat.
Penyimpangan terhadap budaya nyata ataukah budaya ideal.
Penyebab terjadinya tindakan penyimpangan atau kejahatan yang dilakukan ABKA bisa terjadi karena factor subjektif dan factor objektif. Yang mana factor subjektif adalah sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir.Sedangkan factor objektif adalah factor yang berasal dari lingkungan.
Dengan adanya peristiwa diatas beberapa penyebab terjadi penyimpangan dan aksi anarki ABKA adalah :
1. Ketidak sanggupan menyerap norma – norma kebudayaan.
Seseorang yang tidak snggup menyerap norma –norma kebudayaan kedalam kepribadiannya , ia tidak dapat membedakan hal yang pantas dan tidak pantas.Keadaan itu terjadi akibat proses sosialisasi yang tidak sempurna ,misalnya karena seseorang tumbuh dalam keluarga yang retak (broken home ).Apabila kedua orang tuanya tidak bisa mendidik anaknya dengan sempurna maka anak itu tidak akan mengetahui hak dan kewajibannya sebagai anggota keluarga.
2. Proses belajar yang menyimpang.Seseorang yang melakukan tindakan menyimpang karena seringnya membaca atau melihat tayangan tentang perilaku menyimpang.Misalnya, seperti kasus ABKA yang melakukan tindakan kejahatan.
3. Ketegangan antara kebudayaan dan struktur social.Terjadinya ketegangan antara kebudayaan dan struktur social dapat dapat mengakibatkan perilaku yang menyimpang.
4. Ikatan social yang berlainan . Setiap orang umumnya berhubungan dengan beberapa kelompok .maka kemungkinan ia juga akan mencontoh pola- pola perilaku menyimpang.
5. Akibat proses sosialisasi nilai- nilai sub –kebudayaan yang yang menyimpang.Seringnya media massa menampilkan berita atau tayangan tentang tindakan kejahatan menyebabkan anak secara tidak sengaja menganggap bahwa perilaku menyimpang tersebut sesuatu yang wajar.
Bila dilihat dari berita di atas tentang kasus ABKA yang mempunyai perilaku menyimpang,sebenarnya ada sebab – sebab yang dapat dilihat dari berbagai sudut,yaitu psikologi, sosiologi dan kriminologi.Namun yang diutamakan adalah dari sudut pandang psikologi.Tidak hanya pada kasus ABKA saja yang disebut dengan perilaku menyimpang .Masih banyak sebenarnya bentuk – bentuk prilaku yang menyimpang seperti , remaja dan narkoba, perkelahian pelajar,perilaku seksual diluar nikah .
Sebagai orang tua kita harus benar – benar menjaga dan memperhatikan anak –anak kita dengan pengawasan yang ekstra.
Demikianlah komentar dari saya tentang berita tindak criminal,semoga bermanfaat.
Sumber dari Fabian Januarius Kuwado – Okezone
http// rumahbelajarpsikologi.com
www.wikipedia.com
Jumat, 08 Oktober 2010
Minggu, 29 Agustus 2010
Senin, 11 Januari 2010
Langganan:
Postingan (Atom)